Sabtu, 20 Oktober 2012

Menilik Masalah Dan Potensi Borussia Dortmund Musim Ini




Berapa banyak dari Anda yang merasa atau berpikir bahwa musim ini Borussia Dortmund akhirnya akan turun tahta di Bundesliga karena melihat inkonsistensi yang ditampilkan Jakub Blaszczykowski dkk. di awal musim? Dan berapa banyak dari Anda yang ragu Dortmund bisa mengejar Bayern Munich yang tampil perkasa dari tujuh pertandingan pertama Bundesliga 2012/13 ini sehingga mampu memimpin klasemen sementara dengan nilai sempurna?

Bersiaplah kecewa karena apa yang Anda pikirkan bisa jadi tidak akan menjadi kenyataan. Juergen Klopp dan anak-anak asuhnya sudah pernah merasakan posisi seperti yang mereka alami saat ini sebelumnya, dan mereka berhasil melampauinya dengan sangat baik. Musim lalu, meski mengawali liga dengan buruk, Dortmund berhasil mengakhiri musim dengan gelar juara liga - sebelum melengkapinya dengan gelar DFB Pokal, yang diraih dengan cara mempermalukan Bayern Munich.
Musim ini, Die Borussen memang mengawali perjalanan mereka di liga dengan hasil-hasil yang kurang meyakinkan. Meski mereka berhasil melalui spieltag pertama dengan baik, yaitu dengan mengalahkan Werder Bremen 2-1, namun setelah itu, inkonsistensi menyerang tim asuhan Juergen Klopp ini sehingga mereka hanya meraih lima angka dalam empat pertandingan. Tentu saja kekalahan menyakitkan 3-2 dari Eintracht Frankfurt termasuk di dalamnya.
Tiga poin meyakinkan memang kemudian mereka dapatkan di Signal Iduna Park berkat menggulung Borussia Monchengladbach lima gol tanpa balas. Tetapi di spieltag ketujuh, Dortmund lagi-lagi terpeleset. Kali ini Hannover 96 menggagalkan impian sang juara bertahan untuk meraih tiga angka berkat gol Mame Biram Diouf di akhir-akhir pertandingan.
Adalah hal yang wajar jika Anda mulai meragukan kapasitas Dortmund untuk bisa mempertahankan gelar juaranya musim ini. Apalagi, di saat yang sama, Bayern Munich menggila dengan meraih tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan, dengan rekor mencetak 21 gol dan hanya kebobolan dua gol.
Tapi perlu diingat bahwa Bundesliga baru berlangsung tujuh pekan. Dan seperti yang sudah saya sebutkan di atas, perlu diingat bahwa musim lalu pun Dortmund memulai musim dengan buruk. Lebih buruk bahkan: setelah tujuh pertandingan di liga musim lalu, Dortmund berada di posisi kedelapan dengan delapan poin, bandingkan dengan musim ini di mana mereka berada di posisi keempat dengan 12 angka. Dan seperti yang kita tahu, di penghujung musim, cerita benar-benar berbeda dari apa yang disangka oleh orang pada awalnya.
Musim lalu, Dortmund mampu meraih 31 pertandingan tanpa kalah sekalipun setelah spieltag ketujuh. Dan karena saya adalah orang yang percaya bahwa sejarah berulang, termasuk di sepakbola, maka saya percaya bahwa apa yang terjadi musim lalu pun bisa saja kembali terulang di musim ini. Mungkin saja.
* * *
Problem utama Dortmund di awal musim ini sendiri bisa kita ketahui jika mengamati tujuh pertandingan yang sudah mereka jalani di liga musim ini. Ada satu kesamaan yang bisa kita tarik dari ketujuh pertandingan tersebut, yaitu mayoritas gol yang masuk ke gawang Roman Weidenfeller di awal musim ini terjadi di babak kedua. Hanya gol Thomas Pekhart (Nurnberg) dan Son Heung-Min (Hamburger SV) yang menjadi pengecualian, di mana gol dari kedua pemain tersebut terjadi di babak pertama.
Konsentrasi pertahanan Dortmund di paruh kedua pertandingan agaknya memang menjadi masalah utama mereka musim ini. Yang paling menyedihkan adalah pertandingan melawan Eintracht Frankfurt dan Hannover 96. Di kedua laga tersebut, BVB sebenarnya mampu unggul terlebih dahulu dari lawannya, tetapi akibat kelengahan di babak kedua, tiga angka yang sepertinya bisa diraih pun kandas.Saat melawan Frankfurt, Dortmund unggul 2-0 di kala jeda, sedangkan papan skor di akhir laga menunjukkan angka 3-3. Sementara kala melawan Hannover, gol Diouf di menit 86 menggagalkan keunggulan yang sebelumnya sudah diraih Dortmund lewat gol Robert Lewandowski di babak pertama.
Hal lain yang cukup unik jika kita mengamati Dortmund musim ini adalah: semua pertandingan di mana Dortmund gagal meraih tiga angka pasti terjadi di kandang lawan. Sedangkan ketika bermain di Westfalenstadion, kondisinya benar-benar berbeda: mereka mampu menyapu bersih tiga angka yang diperebutkan di kandang sendiri. Bahkan jika Anda memasukkan hasil di Liga Champions sekalipun, kondisi yang sama juga terjadi. Saat bermain di kandang melawan Ajax, gol Robert Lewandowski mengantarkan Dortmund meraih kemenangan di kandang sendiri. Sementara saat bertandang ke kota Manchester, Dortmund harus puas dengan satu angka saja. Lucunya, hasil seri melawan City pun diraih karena Mario Balotelli mencetak gol dari titik penalti di masa injury time akhir pertandingan.
Nah, di dua pertandingan ke depan, Dortmund harus melakoni dua laga berat secara berurutan. Pertama, Schalke 04 sudah menunggu akhir pekan ini untuk pertandingan yang dikenal dengan sebutan Revierderby. Setelah itu, Real Madrid juga akan menyambangi Signal Iduna Park untuk pertandingan Grup D Liga Champions. Menarik untuk melihat apakah Dortmund masih akan tetap perkasa di kandang sendiri ketika menghadapi dua lawan kuat itu. Dan menarik untuk menantikan apakah lini pertahanan BVB akan lebih solid menghadapi kedua tim tersebut ketika pertandingan sudah memasuki 45 menit kedua.
Atau apakah keadaan akan berkata berbeda?

0 komentar:

Posting Komentar